Asuransi Engineering
Asuransi Engineering — Proteksi Menyeluruh untuk Proyek Konstruksi, Instalasi & Operasional Mesin
Dari tahap pembangunan sampai operasional — CAR, EAR, Machinery Breakdown, CPM, dan Electronic Equipment Insurance. Satu pintu untuk semua kebutuhan engineering insurance Anda.
Asuransi Engineering adalah kategori asuransi umum yang melindungi aset dan proyek dari risiko teknis — mulai dari tahap konstruksi, pemasangan mesin, sampai operasional harian. Berbeda dengan asuransi property yang fokus pada bangunan existing, asuransi engineering melindungi proses pembuatan, instalasi, dan fungsi mekanis/elektris aset.
Di Indonesia, asuransi engineering diatur oleh OJK dan menggunakan wording standar internasional (Munich Re, Swiss Re) yang diadaptasi untuk pasar lokal. Hampir semua proyek BUMN dan proyek besar swasta mewajibkan asuransi engineering sebagai syarat kontrak.
Asuransi yang melindungi proyek konstruksi sipil dari risiko kerusakan fisik selama masa pembangunan. CAR adalah asuransi wajib untuk hampir semua kontrak konstruksi di Indonesia — terutama proyek BUMN dan pemerintah.
Mirip CAR, tapi khusus untuk proyek pemasangan/instalasi mesin dan peralatan. Jika proyek Anda lebih banyak "memasang mesin" daripada "membangun gedung", EAR adalah polis yang tepat.
Asuransi yang melindungi mesin dan peralatan yang sudah beroperasi dari kerusakan tiba-tiba dan tidak terduga. Bukan kerusakan eksternal (itu domain Property All Risks) — tapi dari penyebab internal mesin.
Asuransi yang melindungi peralatan konstruksi milik kontraktor dari kerusakan fisik. Ini bukan CAR (yang melindungi works) — ini melindungi alat kerja kontraktor itu sendiri.
Asuransi all risks untuk peralatan elektronik dengan coverage lebih luas dari property standar — termasuk kerusakan mekanis/elektris yang biasanya dikecualikan di PAR.
CAR untuk pekerjaan sipil (konstruksi gedung, jalan, jembatan). EAR untuk pemasangan mesin dan peralatan (turbin, generator, production line). Proyek EPC besar sering butuh keduanya dan bisa digabung dalam satu Combined CAR/EAR Policy.
Untuk proyek pemerintah (APBN/APBD) dan BUMN: hampir selalu wajib tercantum di kontrak. Untuk proyek swasta: sangat direkomendasikan, terutama untuk nilai kontrak di atas Rp 1 Miliar. Risiko tanpa CAR sangat tinggi — satu kejadian bisa menghapus seluruh margin proyek.
MB melindungi mesin yang sudah beroperasi dari kerusakan tiba-tiba (bukan wear & tear biasa). Anda butuh MB kalau punya mesin produksi bernilai tinggi yang downtime-nya akan sangat merugikan bisnis — pabrik, generator, sistem pendingin besar, mesin medis.
Tidak. CAR meng-cover "works" (pekerjaan kontrak yang sedang dibangun), BUKAN alat berat milik kontraktor. Untuk excavator, crane, bulldozer, dll — butuh CPM (Contractor's Plant & Machinery) terpisah.
Tergantung jenis, nilai, durasi, dan profil risiko. Range umum: CAR 0,15–0,45%, EAR 0,20–0,50%, MB 0,15–0,40%, CPM 0,50–2,00%, EEI 0,40–1,00% dari sum insured per tahun. Hubungi kami untuk quotation spesifik berdasarkan detail proyek Anda.
Secara standar: ya, gempa dan banjir dicover di CAR (berbeda dengan PAR yang biasanya butuh endorsement tambahan). Cek wording masing-masing perusahaan asuransi — beberapa ada deductible lebih tinggi untuk natural catastrophe peril ini.
Main contractor wajib. Owner biasanya diminta sebagai co-insured (dan sering mandatory di kontrak BUMN). Sub-contractor bisa di-include via "Contractors and Sub-Contractors" clause. Pastikan struktur named insured sesuai persyaratan kontrak.
Coverage selama fase uji coba sebelum PHO. Penting untuk memastikan mesin/sistem berfungsi sebelum diserahkan ke owner. Biasanya sudah include dalam polis, tapi cek batas periode testing — beberapa perusahaan asuransi membatasi 30–90 hari.
Ya, ini umum untuk proyek EPC dan disebut "Combined CAR/EAR Policy". Satu polis, satu premi, coverage komprehensif untuk pekerjaan sipil dan mekanikal sekaligus — lebih efisien dari sisi administrasi dan penanganan klaim.
Harus di-extend via endorsement perpanjangan. JANGAN biarkan polis expired saat proyek masih berjalan — ada gap coverage yang sangat berbahaya. Notify perusahaan asuransi minimal 30 hari sebelum expiry. Fortis Garda membantu memantau dan mengingatkan jadwal renewal polis Anda.