Langsung ke konten
Perencanaan Keuangan
Kalkulator Dana Darurat

Dana darurat adalah fondasi perencanaan keuangan — uang yang disisihkan khusus untuk keadaan darurat: kehilangan pekerjaan, sakit mendadak, kerusakan aset, atau pengeluaran tak terduga. Tanpa dana darurat, satu kejadian bisa menghancurkan keuangan Anda — memaksa Anda berutang, mencairkan investasi di waktu yang salah, atau menjual aset dengan harga rugi.

Besarnya dana darurat ideal berbeda untuk setiap orang. Karyawan tetap dengan penghasilan stabil butuh buffer lebih kecil dibanding freelancer atau pemilik bisnis yang penghasilannya naik-turun. Orang dengan tanggungan keluarga (anak, pasangan) butuh buffer lebih besar dibanding yang masih lajang. Dan kalau Anda belum punya asuransi kesehatan, dana darurat Anda jadi satu-satunya pelindung kalau terjadi rawat inap mendadak — jadi butuh buffer tambahan.

Kalkulator ini menghitung kebutuhan dana darurat ideal berdasarkan profil Anda secara real-time — masukkan data di bawah dan hasilnya langsung muncul, tanpa perlu klik tombol apapun.

Kalkulator Dana Darurat

Hasil dihitung otomatis saat Anda mengisi — tidak perlu klik tombol apapun.

Total pengeluaran rutin per bulan: makan, transport, sewa, tagihan, dll (di luar cicilan).
Rp
Rp 3 jutaRp 50 juta
Punya cicilan aktif? (KPR, KKB, kartu kredit, dll)
Sudah punya asuransi kesehatan?
DANA DARURAT IDEAL ANDA
Rp 0
Breakdown
Pengeluaran bulananRp 0
Buffer pekerjaan6 bulan
Buffer keluarga+0 bulan
Buffer kesehatan+0
Tips
Simpan dana darurat di rekening terpisah yang mudah diakses (tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang) — BUKAN di instrumen investasi berisiko seperti saham. Tujuannya likuiditas, bukan return.

Butuh bantuan merencanakan proteksi berdasarkan hasil ini?

Tim kami akan membalas ke email Anda dengan ringkasan lengkap dalam 1x24 jam.
Panduan
Cara Menggunakan
1
Masukkan pengeluaran bulanan Anda — geser slider atau ketik langsung di kolom Rupiah.
2
Pilih status pekerjaan Anda — ini menentukan berapa bulan buffer dasar yang Anda butuhkan.
3
Pilih status keluarga, dan aktifkan toggle kalau Anda punya cicilan aktif atau belum punya asuransi kesehatan.
4
Hasil muncul otomatis di bagian atas — lengkap dengan breakdown perhitungan dan tips penyimpanan.
FAQ
Pertanyaan Umum
Kenapa dana darurat harus berbeda dari tabungan biasa?
Dana darurat harus TERPISAH dari tabungan/rekening harian supaya tidak tercampur dan tidak gampang terpakai untuk kebutuhan non-darurat. Idealnya disimpan di instrumen yang likuid (mudah dicairkan) tapi tetap memberi return kecil, seperti reksadana pasar uang atau deposito jangka pendek.
Kenapa freelancer butuh buffer lebih besar dari karyawan tetap?
Karyawan tetap punya penghasilan yang lebih predictable dan biasanya ada pesangon kalau di-PHK. Freelancer dan wiraswasta punya penghasilan yang naik-turun dan tidak ada jaring pengaman formal — jadi butuh buffer lebih panjang (12 bulan) untuk menutupi periode sepi order.
Apakah cicilan KPR harus dihitung sebagai bagian dari dana darurat?
Ya. Cicilan adalah kewajiban tetap yang tetap harus dibayar meskipun Anda kehilangan penghasilan — jadi harus ditambahkan ke pengeluaran bulanan saat menghitung kebutuhan dana darurat.
Kalau saya sudah punya BPJS Kesehatan, apakah masih perlu buffer kesehatan tambahan?
BPJS membantu, tapi sering ada gap: kamar penuh, obat di luar formularium, atau prosedur rujukan yang memakan waktu. Kalkulator ini menghitung "punya asuransi kesehatan" secara umum (BPJS maupun swasta) — kalau Anda hanya mengandalkan BPJS tanpa asuransi swasta tambahan, pertimbangkan tetap menambah buffer.
Berapa lama waktu ideal untuk mengumpulkan dana darurat?
Tidak ada patokan pasti, tapi target realistis adalah 12–24 bulan untuk mencapai angka ideal, dengan menabung konsisten setiap bulan. Yang penting adalah MULAI — bahkan menabung Rp 500.000/bulan lebih baik daripada tidak sama sekali.
Konsultasi Gratis